Seminar Internasional : Hadirkan Narasumber dari Iran
Monday,06 September 2019 , Berita Fakultas
Seminar Internasional : Hadirkan Narasumber dari Iran

Moderator Memimpin Diskusi Bersama 3 Panelis dalam Acara " Panel Discussion on Economic Development Policies " Di Gedung Rektorat UIN RF

Rabu(5/9/18)nur

 

 

Uinrf-FEBINews| " Secara bahasa yang sederhana, Ekonomi sendiri telah dijelaskan dalam Al-Qur'an yaitu membahas tentang keadilan, dan bagaimana cara mendapatkan uang dan mempertahankannya" Ujar Dr. Mahmoud Abbas Veysi dalam seminar internasional bertema "Panel Discussion on Economic Development Policies" di Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (UIN RF) pada Rabu, (5/9/18)

 

 

Diskusi ini dihadiri oleh civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan segenap mahasiswa kelas internasional yang berada di setiap fakultas UIN RF, dengan menghadirkan 3 Panelis yaitu Dr. Mahmoud Abbas Veysi, H.M Giri Ramanda N.Kiemas S.E,. MM,. M.Si, dan Dr. M.Rusydi M.Ag

 

 

Economic Development Policies in Iran, Dr. Mahmoud Abbas Veysi menjelaskan bahwa berbicara tentang ekonomi tidak pernah terlepas dari 2 cara yaitu mendapatkan uang dan menjaganya, namun bagaimana cara uang/harta itu didapat sesuai dengan aturan yang bersifat syariah

 

 

" cinta atas kekayaan tidak ada salahnya, karena mencintai kehidupan dunia dan tidak melupakan akhirat juga kewajiban sebagaimana dalam bermuamalah, ekonomi islam sendiri adalah sistem yang berpondasi keadilan" Ujarnya.

 

 

Selain itu, ia juga menjelaskan perihal ayat Al-Qur'an yang banyak menggambarkan jihad lewat uang antara lain sedekah, zakat, dll, hanya 1 ayat saja yang berbunyi bahwa jihad itu dengan fisik

 

 

"Karena saat kita memiliki harta maka kita akan memiliki kekuatan,  dan barangsiapa yang berinvestasi maka ia juga memiliki kekuatan" Lanjutnya

 

 

Beda hal dengan Economic Development Policies in Indonesia, H.M.Giri Ramanda N.Kiemas S.E., MM,. M.Si menjelaskan kondisi perekonomian dan pencapaian pemerintah secara makro

 

 

" Saat ini inflasi masih tergolong rendah, utang luar negeri, dan infrastuktur yang baik, neraca pembayaran dan investasi perdagangan yang cukup stabil, dan kurang lebih 85 ribu tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia merupakan gambaran secara umum pencapaian perekonomian Indonesia saat ini" Ujarnya.

 

 

Ia juga menjelaskan terkait turunnya kurs rupiah menjadi Rp.15.000 karena faktor pasar modal dan nilai tukar di Indonesia

 

 

" Bank Indonesia memiliki kebijakan yang berbeda dari pemerintah, dalam hal kurs ini langkah yang diambil dalam kebijakan moneter ada 2 hal antara lain : menaikturunkan tingkat suku bunga atau mengadakan operasi pasar terbuka, selain itu kondisi ini tidaklah sama dengan krisis moneter tahun 1998 yang pada saat itu kenaikan kurs rupiah rangenya dari Rp.2.000 menjadi Rp.15.000, sedangkan pada saat ini range kenaikan nilai rupiah dari Rp.13.000 menjadi Rp.15.000. Hal ini bukanlah hal yang aman, namun kita berada dalam kondisi waspada" Tuturnya

 

 

Salah satu peserta dalam seminar ini, Rina Fadilah menjelaskan bahwa manfaat dari diskusi panel ini yaitu bisa memahami lebih jelas permasalahan ekonomi secara makro baik dari negara Indonesia maupun Iran dengan harapan sebagai mahasiswa ia ingin berkontribusi dalam pembangunan dan pertumbuhan Indonesia agar lebih baik lagi

 

 

Reporter : Nur Khotimah

Editor.    : Edwin Aribi



Kaprodi Ekonomi Syari'ah

 

Dr. Maftukhatusolikhah, M.Ag

NIP. 197509282006042001

Sekretaris Prodi Ekonomi Syari'ah

 

 

Disfa Lidian Handayani, M.E.I

NIP. 198907022018012002

Link Internal